Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

Patroli Satgas Indobatt Temukan Bom Aktiv di Lebanon Selatan

SEBUAH UXO (Unexploded Ordnance) atau bom yang belum meledak berhasil ditemukan oleh tim patroli Satgas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di pinggir jalan Alman ko.36S, Lebanon Selatan, Senin (27/1/2014) waktu setempat.

Patroli Satgas Indobatt Temukan Bom Aktiv di Lebanon Selatan
Satgas Indobatt Unexploded Ordnance

Menurut Komandan Kompi Charlie Kapten Marinir Fernando S. Lumi, penemuan UXO berawal saat salah satu personel tim patroli Satgas
Indobatt yang dipimpin oleh Serka Marinir Siswanto sekitar pukul 14.30 waktu setempat melihat suatu benda asing seperti bentuk bom berwarna kuning tergeletak tidak jauh dari pinggir jalan.


Serka Marinir Siswanto selaku Komandan Regu (Danru) patroli segera memerintahkan pengemudi untuk menghentikan kendaraan tempur BTR-nya, untuk kemudian turun dan mengobservasi objek tersebut seperti tertulis dalam rilis yang kami terima (29/1/2014).

Tim patroli yang terdiri dari Serka Marinir Kliwon, Koptu Kelik, Kopda Witanto, Kopda Eri Wintolo segera mengamankan area penemuan dan melaporkannya kepada Mako Batalyon Indobatt di UNP (United Nation Position) 7-1, Adshit al Qusayr, Lebanon Selatan.

Selanjutnya, Wadansatgas Indobatt Konga XXIII-H/UNIFIL Mayor Inf Ade Rony, Kasi MIO (Military Information Officer) Mayor Marinir Jan Risa
dan Pasi MIO Lettu Inf Mukhlis Cahyo segera meluncur ke lokasi kejadian dan mengumpulkan informasi mengenai benda seperti bom
tersebut.

Setelah meyakinkan benda tersebut memang sebuah UXO, maka langkah koordinasi dengan pihak Sektor Timur EOD (Explosice Ordnance Disposal) dan pihak LAF (Lebanese Armed Forces) pun diambil guna proses pengeksekusian selanjutnya.

"Sebelum UXO tersebut dieksekusi maka area penemuan harus dijaga 24 jam demi menjaga faktor keamanan," tutur Mayor Inf Ade Rony. (POL)

Indobatt Raih 5 Trofi dan Medali Emas Bergengsi Biathlon FCR

"Semangat juang dan kemampuan prajurit TNI saat mengikuti kejuaraan Biathlon Winter Military Sport yang kami selenggarakan pada 23 Desember 2013 lalu sangat mengagumkan," tutur Force Commander Reserve (FCR), Colonel Loic Mizon, Kamis pagi (9/1) saat menyerahkan Tropi Kejuaraan dan Medali kepada Tim Menembak Indobatt. 

Indobatt Raih 5 Trofi dan Medali Emas Bergengsi Biathlon FCR

Kelima atlet menembak Pistol Indobatt yang berhasil mengharumkan nama Indonesia yaitu Kapten Inf Yudhison R. Tarigan, Lettu Paskhas Mansyur M. Lettu Inf Bagus Prabowo, Praka Marinir Ngadimin dan Pratu Jufri Trianto. 

Mereka berhasil mempersembahkan satu Tropi dan Medali Emas untuk kategori menembak Pistol beregu serta satu Tropi dan Medali Emas untuk kategori menembak Pistol perorangan yang diraih oleh Praka Marinir Ngadimin.


Sedangkan kelima atlet menembak Senapan Indobatt yang juga berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Markas FCR UN Posn 9-1, yaitu Serda Agus Darwanto, Praka Ronal Mardian, Praka Joko Harsanto, Praka Alan Lawae, dan Pratu Sumadi.

Tim Menembak Senapan berhasil mempersembahkan satu Tropi dan Medali Emas untuk ketegori menembak Senapan beregu serta satu Tropi dan Medali Emas untuk kategori menembak senapan perorangan yang diraih oleh Serda Agus Darwanto.

Komandan Satgas Indobatt XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M. Asmi yang sedang berada di UNIFIL HQ Naqoura, menunjuk Kasi MIO (Military Information Officer) Mayor Marinir Jan Risa untuk mewakili Beliau saat penyerahan Tropi dan Medali mengucapkan rasa bangga atas jerih payah dan perjuangan yang telah ditunjukkan oleh para atlet menembak Indobatt sehingga berhasil mengangkat martabat Indonesia di dunia Internasional. (TNI)

Panglima TNI lepas satuan tugas Konga XX-K ke Kongo

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko melepas 175 anggota Satuan Tugas Kontigen Garuda (Konga) XX-K untuk bertugas selama satu tahun bersama misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Stabilisasi di Republik Demokratik Kongo (Mission de l'Organisation des Nations Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo/MONUSCO).


"Mereka akan berangkat pada Selasa malam (31/12) dan akan melaksanakan tugas pemelihara perdamaian dunia di Democratic Republic of Congo selama satu tahun," kata Panglima TNI, yang menjadi inspektur upacara pelepasan di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Ia mengatakan pasukan itu akan menggantikan Satuan Tugas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO yang masa tugasnya berakhir pada Desember 2013.


Satuan Tugas Kizi TNI Konga XX-K beranggotakan 175 orang yang terdiri atas 148 TNI Angkatan Darat, 18 TNI Angkatan Laut, lima TNI Angkatan Udara, dan empat personel dari Mabes TNI.

Satuan tugas itu dipimpin oleh Mayor CZI Nurdihin Adi Nugroho (abituren Akademi Militer Tahun 1998) yang dalam keseharian menjabat sebagai Komandan Detasemen Zeni Bangunan-2 Kodam VI/Mulawarman.

Menurut Moeldoko, Satuan Tugas Kizi TNI Konga XX-K/MONUSCO akan melakukan pemeliharaan jalan dari Dungu ke Ngilima, pemeliharaan rutin Runway Dungu, pembangunan hanggar Helipad, pengaspalan taxi way, dan pembuatan jembatan di Moke Faradje.

Pasukan juga akan membangun jalan dari Faradje ke Gilima sepanjang 24 kilometer dan perbaikan jalan Dungu- Faradje sepanjang 140 kilometer serta melanjutkan tugas pasukan sebelumnya.

Sebelum berangkat ke Kongo, pasukan Konga XX-K/MONUSCO telah melakukan latihan penyiapan di Pusat Misi Penyelenggara Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor, Jawa Barat, selama satu bulan.  (VivaNews)

Satgas Indobatt Diminta Perketat Penjagaan

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama melaksanakan tugas sebagai misi perdamaian di Lebanon, Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalion), diperintahkan agar memperketat penjagaan di setiap pintu masuk markas (Main Gate)masing-masing UNP (United Nation Position), Sabtu (28/12/2013).

Satgas Indobatt Diminta Perketat Penjagaan
Sebanyak 1.169 Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Kontingen Garuda (Konga) pada misi perdamaian di Lebanon menerima penghargaan Medali dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karena telah dinilai berhasil oleh PBB dalam mengemban misinya sebagai penjaga perdamaian di Lebanon sebagai Peacekeepers dibawah payung UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon). Upacara penyematan Medali PBB dilaksanakan dalam suatu upacara militer, dengan Inspektur Upacara Deputy Force Commander Brigadir Jenderal Phatric Phelan dan Komandan Upacara Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Pio L. Nainggolan, bertempat di Lapangan Soekarno, Markas Indonesia Battalion, Adshid al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (30/8/2013), waktu setempat.

Dalam pengarahannya, Dansatgas Konga XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M. Asmi mengatakan bahwa, setiap personel militer dan sipil serta kendaraan baik mobil UN (United Nation), maupun mobil sipil yang akan masuk ataupun keluar dari markas wajib untuk dicek, mulai dari identitas pengemudi sampai kendaraannya.
 


"Kondisi di Lebanon saat ini yang tengah memanas menjadi perhatian penting saya selaku Komandan Satgas, guna mengamankan setiap personel TNI yang bertugas  sebagai pasukan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan maupun materiil yang menjadi tanggung jawab Satgas Indobatt dalam pelaksanaan tugasnya," kata Letkol Inf M. Asmi.

Dansatgas memerintahkan, jika ada hal yang mencurigakan agar segera dilaporkan kepada Komandan Peleton (Danton) maupun Komandan Kompi (Danki) masing-masing, agar segera dapat ditindak lanjuti.

Selain itu, langkah antisipasi lainnya diberlakukannya patroli ronda malam di masing-masing Markas Indobatt, yaitu: UN Post7-1 Adshit al Qusayr Markas Indobatt, UN Post7-3 Blate Markas Kompi Bravo, UN Post 9-2 Az Zikkiyah Markas Kompi Charlie dan UN Post 9-63 El Aadeisse serta UN Post 9-15 Kafer Killa Markas Kompi Alfa.

Sementara itu, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Ade Rony didampingi Kasilog Satgas Kapten Inf Dobby, Perwira Fuel Lettu Marinir Donny melaksanakan pengecekan kesiapan kendaraan tempur yang berada di UN Post9-2 Az Zikkiyah Markas Kompi Charlie.

"Inspeksi ini adalah untuk mengecek seberapa jauh kesiapan setiap kendaraan tempur Satgas Indobatt dalam mendukung pelaksanaan tugas patroli," katanya.

Jenis kendaraan tempur yang berada di Kompi Charlie, diantaranya jenis BTR 80-A buatan Rusia tahun 2002 sebanyak 12 unit, 2 unit VAB buatan Pindad jenis ANOA dan Ambulance serta 1 unit Panhard buatan Prancis. (Tribun)

Satgas Indobatt cegah kontak tembak Lebanon-Israel

Rencana pihak IDF (Israel Defence Force) untuk melakukan pemotongan pohon tumbang yang menimpa Technical Fence di daerah Blue Line perbatasan Lebanon-Israel tepatnya di TP (Temporary Post)-37, telah menimbulkan reaksi dari pihak Lebanon.

Satgas Indobatt cegah kontak tembak Lebanon-Israel

Informasi awal yang di dapat dari Sector East Tactical Operation Center (SECEAST TOC), tentara IDF akan melaksanakan pemotongan pohon tersebut pada hari Jumat, 20 Desember 2013 sekira pukul 08.00 waktu setempat. Rencana dari Israel Defence Force tersebut langsung memancing reaksi dari berbagai pihak.
 


Terkait dengan informasi tersebut, Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di bawah pimpinan Letkol Inf M Asmi selaku Komandan Satgas segera memerintahkan anggotanya untuk menuju Temporary Post-37 dan berjaga di sepanjang jalan Blue Line perbatasan Lebanon dan Israel.

Sementara itu, beberapa personel dari OGL (Observers Group in Lebanon), Lebanese Armed Force (LAF), wartawan lokal, Spain Battalion, Local Police dan masyarakat setempat secara berturut-turut mendatangi lokasi kejadian tersebut.

Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M Asmi, Pasi MIO (Military Information Officer) Lettu Inf Cahyo, Pasiops FP (Force Protection) Lettu Mar Erwan Putra, Komandan Kompi “A” Lettu Inf Ading yang saat itu sudah berada di lapangan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar peristiwa yang terjadi pada tanggal 3 Agustus 2010 lalu tidak terulang kembali.

Kondisi di sepanjang Blue Line yang sehari-hari biasanya lengang berubah menjadi ramai dan menegangkan, karena dari kedua pihak baik Lebanese Armed Force maupun Israel Defence Force masing-masing bersenjata lengkap.

Prajurit TNI segera menempatkan diri berada di tengah-tengah antara tentara LAF dan IDF dibawah pimpinan Lettu Mar Indra Batubara dan Lettu Inf Maulana. Beberapa personel TNI berdiri menghadap ke arah tentara LAF dan sebagian yang lain menghadap ke arah IDF sambil mengibar-ngibarkan Bendera UN (United Nation) sebagai pertanda bagi kedua pihak bahwa pasukan UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon) telah hadir di antara mereka.

Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-H/UNIFIL Letkol Inf M Asmi memerintahkan kepada para prajuritnya agar senantiasa awas  dan waspada selama menengahi antara tentara LAF dengan IDF.

“Pastikan bahwa prosedur yang telah ditetapkan UN dilaksanakan dengan semaksimal mungkin dan mari kita senantiasa berdoa agar saat pemotongan pohon oleh pihak Israel Defence Force tidak terjadi hal-hal yang mengarah ke kontak senjata,” katanya.

Dikarenakan satu dan lain hal, ternyata Israel Defence Force memutuskan untuk menunda proses pemotongan pohon tumbang tersebut menjadi Jumat siang, dan sekitar pukul 14.50 waktu setempat tentara Israel baru memulai proses pemotongan pohon tersebut.

Terlihat satu orang IDF melaksanakan pemotongan pohon, dua orang personel berjaga dengan senjata mengarah ke keramaian di Blue Line dan dua personel bersiaga di bagian belakang. Di sisi lain, tentara LAF yang berada di sepanjang Blue Line pun bersiap dengan menyandang senjata M-16 nya.

Melihat hal ini, para prajurit TNI berupaya keras untuk tidak terjadi letusan senjata dari kedua belah pihak dengan memperingatkan tentara LAF dan IDF berulang kali serta tetap mengibar-ngibarkan bendera UN (United Nation).

Usai melaksanakan pemotongan pohon, tentara IDF langsung memperbaiki Technical Fence yang rusak akibat tertimpa pohon tadi. Keseluruhan proses, mulai dari pemotongan pohon sampai dengan perbaikan pagar akhirnya selesai sekira pukul 17.10 waktu setempat.

Selanjutnya, tentara IDF langsung mengemas kembali alat peralatan yang digunakan dan memasukannya ke dalam mobil kemudian pergi meninggalkan lokasi sekira pukul 17.35 waktu setempat, demikian pula dengan tentara LAF kembali menuju markasnya di wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan. (Sindo)

175 Prajurit Satgas Kompi Zeni TNI Konga terima penghargaan medali PBB

Sebanyak 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-J/MONUSCO, menerima penghargaan medali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

175 Prajurit Satgas Kompi Zeni TNI Konga terima penghargaan medali PBB

Penghargaan medali PBB ini disematkan langsung oleh Special Representative of Secretary General (SRSG) untuk MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), Martin Kobler, di Camp Bumi Nusantara, Dungu, Kongo-Afrika, Kamis, 19 Desember 2013.


Momen ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi prajurit TNI Konga XX-J, karena penyematan penghargaan medali PBB dilakukan langsung oleh pejabat tertinggi di MONUSCO. Adapun prajurit TNI terdiri dari TNI AD 151 orang, TNI AL 19 orang dan TNI AU 5 orang, dibawah pimpinan Letkol Czi Irfan Siddiq selaku Komandan Satgas (Dansatgas), bertugas menjalankan misi pemeliharaan perdamaian bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo-Afrika Tengah, selama 11 bulan terakhir.

Dalam amanatnya, SRSG menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja dan dedikasi yang diberikan oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-J selama bertugas di daerah Kongo, seperti yang tertuang dalam amanat yang dibacakan dengan menggunakan bahasa Indonesia oleh Martin Kobler sebagai bentuk penghormatan khusus kepada Kontingen Indonesia,

“sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Kompi Zeni Indonesia yang telah memberikan karya terbaik di dalam misi perdamaian MONUSCO. Besar harapan saya kepada Satgas Kompi Zeni Indonesia untuk tetap bertugas dengan penuh dedikasi dalam rangka mewujudkan stabilitas dan kemajuan bagi masyarakat Republik Demokratik Kongo,” ujar Martin dalam siaran persnya, Jumat (20/12/2013).

Kegiatan upacara Medal Parade Kontingen Indonesia diakhiri dengan defile pasukan di hadapan SRSG dan seluruh Komandan Kontingen di Dungu, dilanjutkan pertunjukan demonstrasi Beladiri Militer Yong Moodo dan Kolone Senapan oleh personel Satgas Kizi TNI. Atraksi yang membutuhkan konsentrasi, pelatihan dan keterampilan tinggi tersebut mengundang decak kagum para hadirin. (SIndo)

Ribuan Prajurit TNI Berangkat ke Libanon

TENTARA Nasional Indonesia kembali mengirimkan 1.169 prajuritnya yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam rangka Misi Perdamaian PBB di Lebanon.

Ribuan Prajurit TNI Berangkat ke Libanon
Prajurit TNI misi perdamaian Libanon

Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dengan upacara militer di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/12/2013).

Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan, opini publik domestik dan persepsi masyarakat internasional terhadap determinasi kebijakan politik luar negeri Indonesia selalu menjadi elemen yang sangat penting dalam formulasi penyelenggaraan hubungan internasional dan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.


“Sehingga secara langsung memberikan nilai terhadap kapasitas dan kredibilitas Indonesia di forum internasional,” ujar Panglima TNI.

Dalam kaitan ini, katanya, prajurit sekalian merupakan salah satu faktor penentu, sekaligus pelaku keberhasilan diplomasi Indonesia dalam mengangkat citra dan kredibilitas bangsa dan negara, melalui misi PBB yang diembankan negara kepada para prajurit sekalian.

Dari 1.169 Prajurit TNI tersebut, yaitu: 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-H dipimpin Letkol Inf M. Asmi, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-F dipimpin Letkol Cpm Andri Gunawan, 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-F2 dipimpin Mayor Inf Aulia Dwi.

Sedangkan 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SHQSU) Konga XXVI-F1 dipimpin Kolonel Inf Adipatikarnawijaya, 6 (enam) personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-D dipimpin Mayor Arm Syamsul Bahri.

18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-D dipimpin Mayor Arm Erza Nathanael, 9 (Sembilan) personel Satgas Level 2 Hospital Unifil XXIX-E dipimpin Kapten Ckm dr. Trisihono, S. PM dan 11 personel Milstaf Sector East HG Unifil dipimpin Kolonel Inf Kemal.

Penugasan yang akan dilaksanakan merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea empat yang berbunyi, “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” (POL)

Kronologi Keberhasilan Indobatt Redakan Ketegangan Tentara Libanon dan Israel

Di penghujung penugasannya sebagai peace keepers di bumi Lebanon Selatan, personel TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tetap semangat.

Kronologi Keberhasilan Indobatt Redakan Ketegangan Tentara Libanon dan Israel

Dibawah pimpinan Letkol Inf Lucky Avianto, selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt, Kontingen Garuda terus berbuat yang terbaik dan tetap membawa nama baik Indonesia.

Terbukti, Satgas Indobatt tidak hanya berhasil menyabet kemenangan di beberapa cabang olah raga, yang digelar oleh UNIFIL. Satgas Indobatt juga berhasil meredakan ketegangan antara LAF (Lebanese Armed Force) dan IDF (Israel Defence Force), di wilayah TP 37 (UTM 2816342-682341) beberapa waktu lalu.


Kejadian tersebut bermula saat tim dari Kompi Alpha Indobatt, yang dipimpin oleh Lettu Inf MS. Yahya Ginting mengutus regu jaganya, untuk melaksanakan tugas jaga di TP 37. Tepatnya di wilayah perbatasan (blue line) antara Lebanon dengan Israel.

Tim yang berjumlah enam personel dan dipimpin oleh Serda Basuki, tiba-tiba saja mendapati tiga personel IDF yang sudah siap mengambil posisi tiarap dan membidik ke arah personel LAF saat sedang melakukan patroli.

Dengan cepat, personel Indobatt bertindak menjadi penyekat dan menghadap kedua belah pihak (LAF-IDF), sambil mengibarkan bendera PBB dan berteriak 'peace' hingga berkali-kali.

Di tengah ketegangan tersebut, personel Indobatt yang bertugas saat itu juga melakukan negosiasi selama kurang lebih 6 menit, dan menghasilkan menyepakati untuk meredakan ketegangan.

Akhirnya tentara IDF pun menghentikan bidikannya dan segera meninggalkan tempat tersebut, termasuk dari pihak LAF juga meninggalkan tempat tersebut. Hingga kondisi kembali normal seperti semula.

Ketegangan tersebut juga langsung dilaporkan kepada Sektor Timur dan diteruskan ke Headquaters UNIFIL di Naqoura. Menerima laporan tersebut Force Commander Mayjen Paolo Serra, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Indobatt. 

“Satgas Indobatt dinilai telah berhasil melaksanakan Mandat UNSCR 1701, sesuai STIR (Standardised Tantical Incident Reaction) V.26 point 2 (Foreseeable Blue Line Ground Incident Between LAF and IDF)," kata Force Commander, melalui siaran persnya, Kamis (14/11/2013).

Atas kejadian tersebut, melalui apel luar biasa di Lapangan Soekarno Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto menyerahkan piagam penghargaan kepada enam personel Kompi Alpha, yang telah berhasil melaksanakan misi perdamaian atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan Force Commander kepada Satgas Indobatt. (Sindo)

TNI Cegah Baku Tembak antara Tentara Lebanon dan Israel

Personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Batallion (Indobatt) Kontingen Garuda/Pasukan Sementara PBB di Lebanon, berhasil meredakan ketegangan dan mencegah baku-tembak antara tentara Israel dan Lebanon


Kejadian bermula ketika tim dari Kompi Alpha Indobatt melakukan tugas jaga rutin di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel. “Tim yang berjumlah enam personel dan dipimpin Serda Basuki tiba-tiba mendapati tiga personel IDF (Israel Defence Force) sudah mengambil posisi tiarap dan membidik ke arah personel LAF (Lebanese Armed Force),” kata Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL Kapten Sus Sundoko dalam rilis yang diterima VIVAnews, Kamis 14 November 2013.


Seketika itu juga personel Indobatt bertindak sebagai penyekat. Mereka berdiri di antara kedua belah pihak sambil mengibarkan bendera PBB. Mereka pun berkali-kali berteriak “Peace! Peace!” Pasukan TNI itu kemudian bernegosiasi sekitar enam menit dengan tentara Israel dan Lebanon.

Negosiasi itu pun menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak. Tentara Israel pun menghentikan bidikannya ke tentara Lebanon. Kedua pihak kemudian meninggalkan lokasi ketegangan sehingga kondisi kembali normal.

Force Commander Mayjen Paolo Serra yang mendengar keberhasilan Indobatt dari Markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Indobatt.

Dalam apel luar biasa di Lebanon Selatan, Rabu 13 November 2013, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto menyerahkan piagam penghargaan dari Force Commander kepada enam personel Kompi Alpha yang telah berhasil melaksanakan misi perdamaian. (VIvaNews)

Ini perbedaan tim perdamaian Polisi & TNI

Tim penjaga perdamaian (Peacekeeper) dimiliki Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, ada beberapa perbedaan antara pasukan penjaga perdamaian versi Polri dan TNI.

Ini perbedaan tim perdamaian Polisi & TNI

"Militer yakni TNI juga dikirim ke Sudan. Tapi, tugas Polri beda dengan mereka (TNI). Kami bertugas menjaga perdamaian, tapi dengan fungsi dan tugas kepolisian yakni menjaga dan melindungi rakyat yang ada di sana," ungkap Kapolri Jenderal Sutarman, di Pantai Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Selasa (5/11/2013).

Selain itu, penjaga perdamaian Polri yang dinamai Formed Police Unit (FPU) juga bertugas melindungi pengungsian dan mengembalikan agar hukum bisa berjalan dengan normal.


"Jadi tugas Polri dan TNI berbeda. Kalau TNI bertugas memberi bantuan militer," jelasnya.

Sutarman menambahkan, pasukan FPU 6 yang baru melakukan pembaretan rencananya akan diberangkatkan 26 November 2013. Sebelumnya, pasukan berjumlah 140 orang sudah menjalani latihan intens selama dua bulan.

"Oleh karenanya kita harus menyiapkan secara baik karena negara yang akan dituju adalah baru bagi mereka. Kita melakukan pelatihan dari kemampuan bahasa, kemampuan fisik, kemampuan taktik dan teknis yang akan dibutuhkan untuk melindungi masyarakat yang ada di sana," paparnya.

FPU 6 juga menyiapkan peralatan yang lengkap mulai dari alat komunikasi, alat masak, persenjataan dan alat-alat lain termasuk alat perorangan dalam rangka perlindungan diri.

"Mereka dikirim bukan hanya memberikan pelindungan dan pelayanan. Kita juga memiliki bertugas mengembalikan keadaan masyarakat pada keadaan damai dan mengembalikan negara dalam posisi normal, hukum bisa ditegakkan, konflik bisa dihilangkan dan sistem pemerintahan bisa berjalan dengan baik," simpulnya. (Sindo)

Veteran Spanyol kunjungi Satgas Indobatt

Seorang veteran asal Spanyol Fransisco Santana didampingi Chief PIO Sektor Timur Unifil Mayor Vaqoero bersama stafnya, mengunjungi Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), di UN Posn 7-1, Desa Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Selasa, 22 Oktober 2013.

Veteran Spanyol kunjungi Satgas Indobatt

Fransisco Santana selalu mengikuti perkembangan tentang peace keepers di bawah payung UNIFIL. Salah satu yang menarik perhatiannya, adalah keberadaan Kontingen Indonesia yang berada di Desa Adshidal-Qusayr, Lebanon Selatan.

Setelah mendapat banyak informasi tentang Satgas Indobatt, veteran asal Spanyol tersebut memutuskan untuk langsung melihat secara dekat keberadaan Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil.


Veteran Spanyol dan rombongan yang didampingi oleh intrepeter Satgas Indobatt Kapten Caj Popon A disambut secara langsung, oleh Komandan Indobatt Konga XXIII-G/Unifil Letkol Inf Lucky Avianto.

Selanjutnya, mendapat penjelasan secara singkat tentang keberadaan Satgas Indobatt baik tugas-tugasnya, hingga wilayah area yang menjadi tanggung jawab keamanan Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil, serta kekayaan budaya Indonesia yang menjadi alat pendekatan sekaligus promosi kepada masyarakat Lebanon.

Menurut Komandan Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto, keberadaan Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-G/Unifil di Lebanon selalu terbuka untuk siapapun, yang akan mengenal lebih dekat dengan Indobatt dan tidak pernah memilih-milih dalam bergaul.

“Memiliki teman seribu terlalu sedikit, tapi memiliki musuh satu terlalu banyak," ujarnya.

“Kedatangan Fransisco Santana dapat menambah pertemanan dan hubungan baik, sekaligus dapat dijadikan ajang promosi kekayaan alam serta budaya Indonesia," sambungnya. (Sindo)

Menhan Tinjau Kesiapan Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (21/10) didampingi mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno meninjau kesiapan Satgas Helikopter TNI Kontingen Garuda KONGA XXXV - A UNAMID, di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat Ahmad Yani, Semarang.

Menhan Tinjau Kesiapan Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A
Ilustrasi
Pada kesempatan peninjauan tersebut, Menhan menerima paparan dari Dansatgas Letkol Eko Priyanto tentang kesiapan satgas  helikopter TNI KONGA XXXV - A yang akan diberangkatkan ke wilayah Darfur, Sudan Utara.

Disamping itu Menhan juga memberikan pengarahan kepada 120 personel Satgas Helikopter TNI KONGA XXXV-A  yang terdiri dari satuan Penerbad, Bekang, Bataliyon Infantri, Arhanud, perhubungan, peralatan, dan kesehatan Angkatan Darat.Usai memberikan pengarahan Menhan juga memeriksa secara langsung kesiapan peralatan personel dan tiga unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia yang akan digunakan selama melaksanakan tugas peace keeping di daerah Darfur.

Adapun tugas pokok Satgas helikopter ini adalah untuk mendukung kegiatan perdamaian yang dimandatkan Dewan Keamanan PBB. Adapun  tugas-tugas tersebut melaksanakan bantuan tempur seperti Angkutan pasukan, patroli udara, combat search and rescue, observasi dan pengintaian daerah serta tugas bantuan administrasi seperti angkutan personel, transport VIP, dukungan logistik, evakuasi darurat dan relay radio.

Dalam pengarahannya, Menhan mengatakan sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian seluruh personel Satgas diharapkan tetap waspada selama menjalankan tugas, mengingat daerah darfur masih relatif rawan.

Menhan juga menghimbau kepada para personel yang bertugas tetap memperioritaskan keselamatan kerja dengan mengikuti SOP dan peraturan yang telah ditentukan oleh PBB.

Meski masih menunggu keputusan dari PBB terkait jadwal keberangkatan dari satgas helikopter ini, Menhan yakin bahwa satgas ini telah siap sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian yang profesional. (DMC)