Tampilkan postingan dengan label JurnalSumbarine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JurnalSumbarine. Tampilkan semua postingan

Sejarah Panjang Kapal Selam


Masih berkutat pada Majalah Angkasa Edisi ke 5 Kapal Selam The Silent Warrior . kali ini gue mencoba ngetik ulang "Sejarah Panjang Kapal Selam".

Meskipun di zaman sekarang sama-sama merupakan alat persenjataan yang menggetarkan, namun dibandingkan pesawat terbang atau tank misalnya, maka sejarah kapal selam ternyata sudah jauh lebih tua. Sejak abad pertengahan, para penemu atau investor di Eropa sudah mulai memikirkan bagaimana membuat kapal yang dapat menyelam dan timbul lagi dengan dayanya sendiri, baik untuk kepentingan peperangan maupun sekedar mengamati kehidupan di dalam laut.




Seorang penemu dari Nuremberg di Jerman bernama Keyser tahun 1465 dilaporkan sudah merancang sebuah perahu yang dapat menyelam dalam air. Namun yang secara sadar merancang sebuah kapal yang menyelam untuk menghindari musuh adalah seorang inggris yang kreatif, William Bourne. Pada tahun 1578 dia membuat rencana kapal selam dengan cukup rinci. Dilengkapi dengan tangki-tangki (ballast) yang dapat di isi air dan di kosongkan lagi untuk mengapung. Namun rancangan ini tidak mewujudkan secara nyata, melainkan hanya di tuangkan dalam buku Inventions of Devices. Padahal sistem tanki balas tersebulah yang di kemudian hari menjadi suatu kunci terpenting pada kapal selam.



Seorang investor Belanda bernama Cornelius Drebbel, 50 tahun kemudian memberanikan diri mewujudkan sebuah kapal selam yang berbentuk seperti dua perahu yang di susun yang di tutup dengan kulit agar kedap air. Lubang-lubang dayungannya juga dibuat sedemikian rupa sehingga tidak kemasukan air . Drebbel tidak menggunakan sistem balas, melainkan dengan pemberat biasa seperti besi agar perahunya menyelam.

Pada 1620 ia mendemokan kapal selam di sungai Themes di London, dan konon di situ ia dikabarkan telah memakai pipa dan katup untuk memasukkan udara bersih ke kabin dan mengeluarkan udara kotor.

Sehingga ia merupakan perintis pemakaian schnorkel, alat kapal selam modern yang di temukan juga oleh orang Belanda tiga abad kemudian, Adapula orang Prancis, de Son yang membantu membuat kapal selam untuk membantu Belanda dalam perang dengan inggris tahun 1652-54. Kapalnya di buat di Rotterdam, diperkuat dengan tombak-tombak besi di tabrakkan ke kapal musuh. De Son mengkalim kapalnya mampu mengaramkan 100 kapal musuh setiap harinya dan dapat mencapai kepulawan jajahan belanda di Indonesia hanya dalam enam pekan saja, Namun kenyataannya, kapal tersebut tidak mampu bergerak dan hanya menjadi tontonan saja.

Selang 30 tahun kemudian, seseorang pastor Italia Giovanni Alfonso Borelli pada 1680 juga merancang kapal selam yang di gerakkan dengan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing . Pastor itu merancang kapal karena sebagai ilmuan ia ingin mengamati kehidupan dalam laut dengan kapalnya. Namun rancangan itu tetap tinggal di atas kertas, dan baru mewujud ketika orang inggris, Nethaniel Symons mengkopinya tahun 1747 dan menguji perahunya di S. Themes. Laporan pada masa itu menyebutkan kapal ini mampu bertahan di dalam air selama 45 menit.

Seorang pembuat kapal Inggris lainnya bernama kapalnya Day pada 1773 berhasil menyelamkan kapalnya sedalam 30 kaki. Ia memakai pemberat batu yang dapat di lepas dari dalam kapal. Setahun kemudian ia mencoba lagi di perairan yang lebih dalam, Day bersama awaknya menyelamkan kapal mereka pada kedalaman 132 kaki tanpa memperhitungkan bahaya tekanan air yang makin dalam. Kapal beserta awaknya tidak muncul kepermukaan, dan usaha untuk menolong mereka gagal karena cuaca lalu memburuk. Di duga kapal selam Day tergencet tekanan air, dan ini merupakan kecelakaan fatal pertama kapal selam dalam sejarahnya.

Tenggelamkan kapal musuh
Dalam perjalanan sejarahnya yang sudah cukup panjang tadi, penggunaan kapal selam dengan tujuan militer untuk menenggelamkan kapal musuh, pertama kali di uji coba pada 1776 oleh seorang pejuang kemerdekaan Amerika, David Bushnel. Lawannya adalah AL Kerjaan Inggris yang paling kuat di dunia. Tatkala Revolusi Amerika dimulai pada tahun itu, Inggris pun dengan kekuatan lautnya memblokade Amerika. Untuk menebus dan melawan blokade itulah Bushnell membuat kapal selam yang dinamainya Turtle.

Kapal selam kecil ini direncanakan untuk menyerang musuh dengan mendekatinya dari dalam air, lalu melekatkan peledak pada tubuh kapal lawan. Dengan memicu pemicu ledak setelah 30 menit bom itu dilekatkan, diharapkan kapal selam kecil itu sudah menghindar cukup jauh apabila musuh mengejarnya.

Pada bulan Agustus 1776, kapal selam yang diawaki Sersan Ezra Lee tersebut di tugaskan untuk menyerang kapal perang Inggris HMS Eagle yang di lengkapi dengan 64 pucuk meriam, yang merupakan kapal bendera Laksamana Earl Howe. Kapal Perang ini bertugas memblokade New York.

Namun Ezra merupakan orang perama dalam sejarah yang menyerang musuh dengan kapal selam, tidak begitu beruntung. Karena orang inggris keburu mengetahui dan mengejarnya dengan sekoci. Ezra pun melepaskan peledaknya dan bom itu meletus di depan para pengejarnya sehingga Ezra berhasil Lolos.

Dua kali percobaan menyerang dengan kapal selam dilakukan lagi, tetapi gagal semua. Pada perang Inggris lawan Amerika tahun 1812-13, Bushnell mencoba menyerang lagi dengan dengan Turtle yang telah di tingkatkan. Sasaran kali ini frigat inggris HMS Ramillies yang berada di perairan Connecticut. Awak kapal selam ini berhasil merapat di bawah kapal inggris itu dan berusaha melubangi lunasnya untuk menempatkan peledak. Tetapi bornya patah sehingga gagal, dan karena musuh mulai c

VA-111 Shkval Torpedo Si Penjanggal Kapal Induk

Pada pertengahan dasawarsa 1990-an, Rusia melansir torpedo anyar. Namun yang di tebalkan cukup mengetarkan nyali, VA-111 Shkval alias “Hujan Badai”. Shkval adalah karya institut Riset NII-24 pimpinan Mikhail Murkulov yang di tugasi merancang rudal bawah air berkecepatan tinggi, ia sanggup melibas armada kapal selam nuklir AS yang stealth. Shkval di perkenalkan pada 1977 lewat tangan Y.Rakov dan G.Logvinovich.

Wujud Shkval mengejutkan kebanyakan orang, wujud fisiknya kerucut panjang. pada buritan terdapat dua pasang sirip penstabil arah lintasan dan beberapa corong knalpot. Bisa di katakan Shakval lebih mirip rudal ketimbang torpedo konvensional.




Kesaktian Shkval yang bikin gentar NATO adalah kecepatan jelajah yang mencapai 230 knot empat kali kecepatan torpedo Mk 48 (AS). Dengan kecepatan jelajah sedemikian besar, energi kinetik yang dihasilkan pasti juga besar. Itu sebab, Shkval sanggup menjebol lambung semua kapal perang biarpun tanpa bermodal hulu ledak nuklir atau hulu ledak biasa bobotnya 210 kg. Hingga kini AS belum punya pamungkas apapun guna menangkal monster ini.

Gelembung Pamungkas
Apa rahasia kesaktian shkval ..? tak lain adalah aplikasi cabang ilmu fisika soal gerakan benda padat yang “terbungkus” rongga hampa udarra dalam sejumlah besar massa air (body motion under cavitation). Shakval dirancang bisa melejit dari tabung peluncur berdiameter 21 inci (533 mm) pada kedalaman 100 m. Saat ia melesat keluar dari tabung peluncur dengan kecepatan sekitar 50 knot, motor roket pendorong mulai di hidupkan. Meski ia belum sepenuhnya telah mencuat dari dalam badannya. Pada tiap sisi sirip yang yang tekanan udaranya rendah terjadi penyedotan udara sehingga timbul gelembung udara bertekanan tinggi. Sekujur tubuh terpedo terbungkus wadah berongga yang cukup gede.

Bahannya ialah lapisan udara tipis yang tak lain aliran gelembung udara dalam jumlah besar (supercavitating bubles). Alhasil, kulit Sykval tidak tersentuh air lau dan segala bentuk gesekan maupun hisapan (drag) dapat di minimalkan.

Berkat motor roket pendorong berkecepatan tinggi, proyektil yang terbungkus total (full cavitating) dan sedang bergerak mengalami rotasi hingga ekor proyektil berbenturan dengan pembungkus. Akibatnya arah lintasan dan kesetabilan gerak proyektil acap kali “terganggu”.

Shkval dipandu dengan sistem auto pilot dan buka dengan hulu pencari (homing head) seperti umumnya terpedo. Awalnya, shkval tidak punya sistem pemandu apapun. Namun, belakangan Rusia melansir varian yang punya hulu pencari dan hulu ledak nuklir taktis yang sanggup melejit sejauh 16 kilometer ini.


Pengembangan
Varian shkval berikut punya sistem penentu sasaran terpandu (guided targeting system) dan berhulu ledak konvensional (1997) dan diuji coba pada musim semi tahun 1998. Rusia juga melangsir Shkval-E untuk ekspor yang kemampuannya sedikit lebih rendah (1999) dan telah di miliki oleh RRC, Iran dan Prancis. RRC juga membeli enam unit KS kelas Victor III untuk wahana peluncuran Shkval-E. Generasi kedua shkval muncul tahun 1998 dengan kecepatan jelajah 391 knot hingga sejauh 96 kilometer.

Kesetabilan Longitudinal Kapal Selam

Saat berlayar, hanya sedikit badan kapal selam (KS) yang tampak di permukaan laut, mengapa sebuah benda logam raksasa dapat membelah gelombang laut tanpa terkesan limbung ?

Rahasianya adalah pada tangki-tangki pemberat (ballast tanks) yang terbesar di bawah kulit badan kapal selam yang tengah penuh terisi udara kering termampatkan (Compressed air) hingga KS dapat terapung (berat jenis KS lebih ringan dari pada berat jenis air laut)

Lantas bagaimana kalau mau menyelam ? seluruh lubang ventilasi perlahan dibuka dan udara bertekanan tingggi mengalir keluar menuju kawasan yang terkanan udaranya lebih rendah. Secara bertahap air laut dimaskukkan hingga mencapai jumlah yang di butuhkan.



Sebelum menyelam, arah hadap sirip-sirip selam (hydroplane) di haluan dan buritan mulai diubah. Dari horizontal jadi menukik ke depan membentuk sudut tertentu dengan permukaan laut . posisi hydroplane selalu beribah hingga KS mencapai kedalaman selam yang ideal. Bila dianggap terlalu menukik, maka hydroplane kembali dinaikkan hingga KS menuju lintasan idealnya.

Saat melayang pada kedalaman tertentu , tangki pemberat penuh air. Lubang ventilasi kembali tertutup dan posisi hydroplane kembali ke posisi awal. Tenaga apung netral ini di pertahankan memakai tangki penyeimbang (trims tanks) di balik tangki pemberat.



Dalam penyelaman terkendali, KS dapat perlahan “tenggelam” tanpa harus menukik dengan sudut yang tajam. Saat tangki pemberat hampir penuh air (berat jenis KS setara berat jeni laut), maka ia akan tetap melayang dengan posisi horizontal sebelum akhirnya “duduk” di dasar laut bila berat jenisnya lebih besar.



Berbeda jika KS diserang dan perlu secepatnya kabur. Dalam tempo 30 detik KS dapat tiba-tiba menyelam (crash dive) dengan sudut masuk cukup besar dan berisiko celaka. Air laut bergegas dialirkan kedalam tangki pemberat untuk mendesak keluar udara bertekanan tinggi . cara ini meninggalkan bekas riak-riak besar di permukaan laut yang dapat di lacak musuh.

Sebuah KS pasti butuh naik kembali ke permukaan laut. Prinsip kerjannya kebalikan tahapan saat akan menyelam. Namun dalam prakteknya cukup sulit dilakukan. KS lebih dulu bersuaha mencapai periskop depth sebagai titik awal upaya pengapungan kembali dirinya. Menjelang tercapainya periscope depth, perlahan udara bertekanan tinggi (dari blower) masuk ke dalam tangki pemberat yang penuh air. Disusul udara bertekanan normal dari luar (lebih rendah dari produk blower) mulai terhisap lewat mulut snorkel dan di kompresi pompa udara bertekanan rendah untuk mendesak keluarsisa air di tangki pemberat. Perlahan KS kian menanjak ke permukaan laut hingga terapung bila seluruh air telah terpompa

U-Boat type VIIC Kapal Selam AL Nazi

U-Boat type VIIC. Merupakan sub varian kapal selam yang paling banyak di pakai AL Nazi (Krigsmarine) selama PDII. Mosnter bahwa laut Bangsa Aria ini terlibat dalam pertempuran Atlantik. Sub varian pertama dari keluarga besar kapal selam Type VII adalah Type VIIA yang di produksi sekitar 10 unit begitu PD I usai. Generasi penerusnya, yaitu type VIIB, punya beberapa perbedaan. Badannya berukuran lebih panjang dua meter ketimbang sang pendahulu. Al Hasil daya tampung BBM dan torpedo jadi lebih besar . Demikian pula dengan urusan mesin. Lebih bertenaga. Perombakan kembali di lakukan ketika VIIC mulai diracik pada tahun 1936. Kali ini penambahan dua terpedo ekstra satu-satunya perubahan. Di perkirakan tak kurang dari 700 unit U-Boat type VII pernah dibuat.



Kehidupan kru U-Boat type II tergolong keras penyebabnya tak lain karena kapal tak di lengkapi dengan sistem pengondisian udara yang mumpuni. Saat kapal di gelar di daerah tropis macam karibia, suhu di dalam ruang mencapai 35 derajat celcius, sebaliknya ketika ia mondar-mandir di wilayah pantai timur Amerika, suhu ruang bisa anjlok hingga 1 Derajat Celcius.

U-Boat type VII punya propeller kembar bersumber tenaga disel. Dengan modal tersebut maka kapa; bisa diajak berlayar hingga kecepatan 17,5 knots. Keampuhan yang pada masanya dianggap lebih dari cukup buat mengejar konvoi kapal suplai sekutu.

Ruang mesin terbilang sempit untuk ukuran sekarang. Padahal situ terdapat dua mesin diesel serta sebuah mesin elektrik. Sementara itu pipa saluran udara disusupkan melalui anjungan. Lantas diteruskan ke atas hingga menyerupai tiang yang cukup tinggi. Ini semua adalah trik agar kapal selam bisa bernafas di kedalaman yang dirasa aman. Mesin dieselnya di fungsikan ketika berlayar sedangkan motor elektrik baru aktif saat kapal menyelam.

Pada bagian atas anjungan terdapat semacam pos pengamatan. Bagian ini lazim disebut dengan nama conning tower. Saat berlayar di permukaan, umumnya empat orang akan di tempatkan di conning tower. Mereka mendapat tugas mengamati kemungkinan adanya target di keempat penjru dengan bantuan teropong. Cara model begini memang harus di pakai. Pasalnya type VII tak memiliki radar sama sekali.

Ruang kendali sepanjang enam meter di tempatkan di belakang kompartemen perwira. Bila di bedah jauh, dibagian tengah ruangan terdapat tabung silinder yang dilengkapi tangga. Ini merupakan jalan menuju ruang bagian dalam conning tower. Disini terdapat mesin telegraph, pos helmet, dan periskop serang.

U-Boat type VIII punya empat tabung torpedo di bagian haluan. Sementara sebuah lagi di taruh di bagian depan kapal. Sisanya yaitu sebuah torpedo di tempatkan di bagian belakang.

Dari semua senjata yang di usung, sesungguhnya kunci keberhasilan armada U-boat hanya satu. Mereka punya bayangan (Silhouette) yang amat rendah ketika mereka akan menghabisi targetnya di malam hari atau saat laut bergelombang . lawan di tanggung bakal kesulitan untuk mengetahui posisi U-Boat.

Jenis-Jenis Kapal Selam Pasca Perang Dunia ke Dua

Nuklir dan diesel -elektrik. Rudal balistik,anti permukaan, hingga torpedo. itulah kemampuan yang mewarnai kapal selam jaman sekarang. Soal lebih unggul mana, ya tergantung dari banyak faktor. Mulai dari kebutuhan hingga urusan kekuatan kantong tiap negara operator. berikut beberapa tipe kapal selam paska Perang Dunia II.


TYPE 209

Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton . jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an. Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.
Spesifikasi
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)


KILO

Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium Range). Artinya dia kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi tak membuat “Barat” bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.

Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional

Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan


DELTA
Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.

Mulai dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik

Spesifikasi :
Kru : 120 orang.
Bobot Selam : 13.550 ton
Bobot Permukaan : - ton
Panjang (P) : 164 Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d) : 9 meter
Mesin : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal


DAPHNE
Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne. Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.

Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang

WALRUS
Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985. Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini


Spesifikasi
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800 ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan


TYPHOON
Agustus 1980. Boleh jadi adalah waktu kelahiran kapal selam paling raksasa sejagat, Typhoon. Tapi bukan tanpa alasan Soviet membangunnya di galangan kapal selam terbesar di dunia, Severodvinsk. Keahlian insinyur-insinyur komunis menggarap rudal balistik super jauh adalah alasannya. Rudal-rudal ini menghantam kota-kota penting AS dari perariran yang masih berada di bawah kontrol societ. Cuma sebagai konsekuensinya kepal selam yang mengusung harus berukuran besar. Kedigdayaan Typhoon tak hanya sebatas dimensi dan kapasitas angkut senjata saja, kabarnya ia juga punya tubuh rangkap yang berfungsi untuk menangkis torpedo ringan lawan.

Spesifikasi
Kru : 150 orang.
Bobot Selam : 25-30.000 ton
Panjang (P) : 170Meter
Beam (b) : 23 Meter
Drought : 11,5 Meter
Mesin : Dua unit raktor dengan dua unit baling-baling
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 20 unit rudal balistik SS-N-20 Stugeorr delapan unit tabung torpedo



LOS ANGELES
Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas Los Angeles adalah SSN, artinya monster laut bikinan AS ini tergolong sebagai mesin penyerang (attack). Kalau dibedah tugas yang disandang bisa beragam. Menghantam target darat dengan rudal Tomahawk. Menjebol kapal perang lawn dengan bermodalkan Harpoon. Serta melahap kapal selam lawan dengan torpedo Mk48 atau ADCAP (Advanced Capability). Itulah deretan kesaktian Los Angeles. Predikat hebat juga melekat pada jumlah unit yang dibuat. Sejak di operasikan pertama kali pada 13 November 1976 sebanyak 52 buah kapal telah di luncurkan


Spesifikasi
Kru : 127 orang.
Bobot Selam : 6,927 ton
Bobot Permukaan : 6.080 ton
Panjang (P) : 109 Meter
Beam (b) : 10,1 Meter
Drought : 9,8 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 31 Knots
Persenjataan : empat tabung Toperdo Multi fungsi




OHIO
Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas Ohio. Lantaran rival, jadi sah-sah saja kalau ia juga menerapkan taktik operasi yang sama dengan typhoon. rudal-rudal Triden yang di usung Ohio bisa di pakai menghantam seluruh kota besar Soviet. Dan untuk itu posisi kapal selam tak harus berada pada dekat dengan di wilayah lawan. Ide pembuatan Ohio muncul pada era 70-an. Kala AL AS berniat untuk meracik kapal selam baru buat pengganti pendahulunya yaitu kelas George Washington dan Ethan Allen. Maklum, kedua jenis kapal selam tadi tak bisa dimuati oleh rudal balistik Trident.


Spesifikasi

Kru : 160 orang.
Bobot Selam : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P) : 170,7 Meter
Beam (b) : 12,8 Meter
Drought : 11,1 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo




LE REDOUTABLE
Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis. Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas Lafayette. Sebagai senjata utamanya La Redoutable mengusung 16 rudal balistik buatan lokal pada bagian punggung. Tipikal rudal yang balistik buatan lokal pada bagian punggungnya. Tipikal rudal yang di bawa beragam sejalan dengan perkembangan kemampuannya. Mulai dari M1 yang masih punya jarak jangkau terbatas hingga M20 berhulu ledak thermo-nuklir


Spesifikasi
Kru : 135 orang.
Bobot Selam : 9.000 ton
Bobot Permukaan : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b) : 10,6 Meter
Drought : 10 Meter
Mesin : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo


RESOLUTION
Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun. Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.


Spesifikasi
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo